Jakarta — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian menggelar kegiatan kajian Ramadan bertajuk Tadabbur Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim, lansia dan dhuafa pada hari Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan Kementerian Pertanian.

Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian yang juga Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (KBMN) Kementerian Pertanian, Fuadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadan.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan tadabbur Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan dhuafa. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat keimanan kita semua,” ujar Fuadi dalam sambutannya.

Fuadi menjelaskan bahwa kajian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mengangkat tafsir Surat Nuh yang mengisahkan perjuangan Nabi Nuh dalam menyampaikan risalah kepada umatnya.

Menurutnya, kisah Nabi Nuh memberikan pelajaran penting tentang keteguhan iman dan kesabaran dalam berdakwah.

“Kisah Nabi Nuh sangat luar biasa. Beliau berdakwah lebih dari 900 tahun, namun pengikutnya hanya sedikit. Ini menjadi pelajaran bagi kita tentang keteguhan iman, kesabaran, serta kepedulian terhadap umat,” katanya.

Fuadi juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus DKM serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan kegiatan sosial serupa dapat menjangkau lebih banyak anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak lagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DKM Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Iskandar Andi Nuhung, menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Ia mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah diinisiasi oleh pengurus DKM dalam satu tahun terakhir, yang dinilai tidak hanya membangun kebersamaan, tetapi juga meningkatkan keimanan.

“Saya mengapresiasi apa yang telah diinisiasi oleh pengurus DKM. Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat bernilai karena selain mempererat kebersamaan, juga meningkatkan keimanan kita,” ujarnya.

Iskandar menambahkan bahwa umat Islam memiliki beberapa pilar penting dalam menjalankan kehidupan beragama, di antaranya kehadiran Rasulullah sebagai teladan, diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, serta peristiwa Isra Mikraj yang melahirkan kewajiban salat.

“Ketiga hal tersebut merupakan pilar penting dalam Islam yang harus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mendorong pengurus DKM untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan yang dapat memperkuat nilai-nilai keimanan di lingkungan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti kajian Al-Qur’an dan santunan sosial tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk menjalankan tugas dengan integritas dan nilai-nilai moral yang kuat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kita semua, tidak hanya dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar juga menyampaikan terima kasih kepada penceramah yang hadir untuk memberikan tausiyah kepada para jamaah, serta kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kegiatan kajian Ramadan dan santunan anak yatim dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh pegawai Kementerian Pertanian, pengurus DKM, serta masyarakat sekitar.

Bagikan Artikel: