Mengapa surat ini dinamakan Ar Ruum (bahasa Arab: الرّوم)? Karena pada awal surat terdapat firman Allah Ta’ala “Telah dikalahkan bangsa Romawi.” (Ar Rum: 2). Lalu apa hubungannya Rum dengan tujuan (sasaran) surat Ar Rum itu sendiri?
Dan mengapa surat ini tidak dinamai dengan surat Al Ayaat (surat yang menjelaskan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah)?
Sesungguhnya, penamaan ini mengandung dilalah tarikhiyyah, di mana pada masa Nabi SAW, tengah terjadi peperangan antara Persia dan Rumawi. Dalam peperangan tersebut Persia berhasil mengalahkan Rumawi, yang belum pernah dialami sebelumnya.
Oleh karena itu turunlah ayat yang memberitahukan kepadan kaum Mukminin, bahwa Rumawi akan memperoleh kemenangan atas Persia dalam beberata tahun (tiga tahun hingga Sembilan tahun).
Surat ini berbicaara tentang ayat-ayat Allah yang dahsyat di alam semesta ini, seakan-akan ayat-ayat tersebut mengatakan kepada setiap manusia yang mendustakan dan menolak. “Jika kalian tidak melihat ayat-ayat bersifaat materi yang dapat kalian saksikan di hadapan kalian, yaitu kemenangan Rumawi atas Persia pada masa kurang dari Sembilan tahun.
Ayat tersebut ditujukan kepada kita yang hidup di jaman sekarang seperti ditujukan kepada orang-orang terdahulu. Lalu apa yang membuat Nabi SAW, yang tinggal di Mekah, mengetahui bahwa Rumawi akan memperoleh kemenangan atas musuh mereka?
“Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).
Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (Ar Rum: 1-5)
Berita yang disampaikan Al Quran terbukti dengan sempurna setelah sembilan tahun lamanya. Surat ini dinamai dengan Ar Rum guna mengarahkan pandangan setiap orang yang mengingkari ayat-ayat materi atau tidak membenarkan ayat-ayat manzurah (yang bisa disaksikan) di alam semesta ini.
Bahkan ada ayat lain dalam peristiwa tersebut yang belum bisa dipahami oleh orang-orang terdahulu dan mereka belum menyadari hal itu. Ayat-ayat yang mengagumkan tersebut menambahkan keimanan kita terhadap Al Quran.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa dahulu orang-orang musyrik merasa suka bila orang-orang Persia beroleh kemenangan atas orang-orang Romawi, karena orang-orang Persia adalah penyembah berhala sama dengan mereka.
Sedangkan kaum muslim merasa suka bila orang-orang Romawi beroleh kemenangan atas orang-orang Persia, karena orang-orang Romawi adalah Ahli Kitab sama dengan mereka. Kemudian Abu Bakar menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw.
Maka beliau Saw. bersabda: Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang Romawi) akan beroleh kemenangan. Lalu Abu Bakar menceritakan hal tersebut kepada orang-orang musyrik. Maka mereka berkata, "Marilah kita menentukan batas waktunya antara kami dan kamu. Jika tebakan kami tepat, maka kami mendapat anu dan anu;
dan jika tebakanmu tepat, kamu beroleh anu dan anu." Maka masa yang ditentukan oleh Abu Bakar adalah lima tahun, dan ternyata pasukan Romawi tidak mengalami kemenangan.
Lalu Abu Bakar menceritakan hal itu kepada Rasulullah Saw. Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Mengapa tidak engkau jadikan masa itu di bawah sepuluh tahun (di atas lima tahun)?"
Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa masa itu di bawah sepuluh tahun, kemudian barulah orang-orang Romawi beroleh kemenangan. Sa'id ibnu Jubair mengatakan, bahwa itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. (Ar-Rum: 1-3) sampai dengan firman-Nya:
Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Ar-Rum: 5)yang adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.
Semoga bermanfaat
(Fuadi, Ak., M.P.A. Wakil Ketua DKM Nurul Iman Kementerian Pertanian}
Sumber: Buku Khowatir Qur’aniyyah, Nazharat Fi Ahdafi Suwaril Quran (Kunci Memahami Tujuan Surat-Surat Al Quran, Amru Khalid. Pengantar Dr. Atabik Luthfi, Dr. Amir Faishal Fath
